Melestarikan Budaya Lewat Talang Tuwo Urban Street Theatre Festival

Melestarikan Budaya Lewat Talang Tuwo Urban Street Theatre Festival

Aksi Teateritikal Teater Potlot di Pedestrian Sudirman, Sabtu (23/03/2019). FitrahFoto: M. Iftitah Dewa Pratama

LPMFITRAH.COM — The Landscape of Talang Tuwo yang ditampilkan Teater Potlot di Pedestrian Sudirman Palembang, Sabtu malam (23/03/2019). Penampilan ini merupakan cara Teater Potlot mengungkapkan bagaimana teater melihat dan memaknai Prasasti Talang Tuwo sebagai lanskap atau bentang alam.

Taufik Wijaya selaku Pimpinan Produksi Teater Potlot ke-35 2019 mengatakan, Talang Tuwo dijadikan ikon TTUST Festival dimaksudkan membaca dan memaknai sebuah teks pemikaran masa lalu yang visioner dan tetap aktual dalam diskursus manusia dan alam.

“Talang Tuwo sendiri ditulis oleh Raja Sriwijaya Dapunta Hyang Sri Jayansa, 23 Maret 684 Masehi adalah titah seorang raja kepada rakyatnya untuk membangun Taman Sriksetra, berisi pandangan filosofi dan kosmologis tentang bagaimana kita menjaga keseimbangan alam untuk semua makhluk hidup,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, gagasan kegiatan membaca dan memaknai alam melalui platfrom teater tradisi dan masa kini akan berlangsung berkala dengan menghadirkan berbagai individu dan kelompok masyarakat.

“Kami mencoba masuk ke ruang publik dengan melakukan pendekatan urbanisasi melalui pola pertunjukkan outdoor di pusat keramaian, diharapkan kegiatan ini berimbas lebih meluas dan membuka akses keterhubungan taeter dengan aktivitas keseharian masyarakat sebagai gerakan menjaga bentang alam dan bentang budayanya,” ujarnya.

Sonia Anisah Utami selaku aktris dari Teater Potlot, Urban Street yang dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan yang baru pertama kali terselenggara dan hasilnya sangat baik sekali.

“Senang sekali bisa tampil bersama teman-teman dari Teater Potlot apalagi teater ini sudah sangat terkenal sekali, kami juga selaku dari perfromers yang terdiri dari mahasiswa dan dosen sangat bahagia bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan melestarikan budaya khas sendiri,” tuturnya usai acara.

Reporter: Habib Dhia Rabbani
Editor: Sakeena Ihramia