Rosita menyampaikan materinya dalam diskusi Editor’s Forum “untuk pablik demi republik”. sabtu (1/04).

lpmfitrah.com-Guna memberikan pemahaman tentang disemasi informasi, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menggelar diskusi bertajuk Editor’s Forum: Untuk Publik Demi Republik, Sabtu (1/4) bertempat di hotel Aryaduta.

Para peserta yang terdiri dari petinggi media, wartawan dan lembaga pers mahasiswa (LPM) yang ada di Sumatera Selatan (SUMSEL) membahas tentang pengaruh penyebaran informasi sebagai faktor keutuhan bangsa.

Dalam pembahasan, Indonesia merupakan negara besar yang membutuhkan media sebagai jembatan penyebaran informasi. Namun, di era saat ini informasi sudah mulai disalah gunakan oleh sebagian oknum untuk menyusupkan berita bersifat hoax dan fitnah serta SARA.

“Apalagi penyebaran informasi sekarang menerapkan sistem Ten to Ninety. Dimana, sedikit orang menyebarkan artikel yang belum tentu benar. Kita yang tertarik dengan judulnya, namun belum tentu benar isinya, ikut membagikan,” terang Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Rosarita Niken Widiastuti di tengah diskusi.

Rosita selaku Narasumber menerangkan di depan pimpinan awak media, informasi yang berkembang secara sporadis ini tentu merugikan jika konten dari informasi digital tadi masih absurd. Bisa saja, publik termakan oleh isu SARA, yang jelas mengancam keutuhan bangsa.

Kendati demikian, Pelaku Media Uni Lubis meminta kepada petinggi pemerintah untuk membuatkan literasi sebagai penertib dalam arus informasi di Indonesia. Karena, para pelaku media sosial dan jurnalis masih sulit dibedakan.

“Media sosial yang setiap orang bisa jadi pengarah konten. Sebetulnya mereka hanya menyampaikan konten tanpa difilter lebih dulu, sehingga mereka tidak bisa dikatakan produk jurnalis. Mereka tidak melewati prinsip jurnalistik, apalagi kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Selain itu, pendidikan di usia dini juga harus diperhatikan. Itu penting sebagai upaya preventif kepada anak-anak yang telah memegang gawai.

“Harus ada kurikulum yang mengedukasi anak didik kita dalam menelan informasi digital. Kita lihat saja anak sekolah dasar sudah banyak yang memegang gadget,”tukasnya.(red) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *