Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan Hal Sampah

Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan Hal Sampah

Para penjabat berdiri saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Fitrahfoto: Anjas

LPMFITRAH.COM — Dalam acara Diskusi Anak Bangsa yang membahas tentang Sampah Palembang Yang diadakan oleh Brigade Mahasiswa Pencinta Alam Semesta (Brimpals) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mengusung tema “Tata Kelola Sampah Kota Palembang” bertempat di Aula FH UMP, Selasa (3/12/19).

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, S.H. menyebutkan, bahwa masyarakat kota Palembang yang hampir berjumlah dua juta jiwa, bisa menghasilkan 1.200 Ton hingga1.400 ton sampah perhari. Jika dikalikan dengan 30 hari, berarti masyarakat telah menghasilkan kurang lebih 36 ribu ton sampah.

“Bahkan jika dipresentasikan mungkin bisa 50% sampah organik dan 50% yang kita bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu sampah plastik,” tuturnya.

Beliau juga menyampaikan, tentang Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2015 yang menegaskan bahwa siapa saja yang dengan sengaja mengotori wilayah kota Palembang, maka akan dikenakan sanksi berupa denda yaitu dengan membayar denda sebesar 500 ribu.

“Dengan kegiatan diadakannya gotong royong setiap hari minggu di 107 Kelurahan, kita juga bisa menghemat anggaran untuk masalah kebersihan sampai dengan 24 milyar setiap tahunnya,” jelasnya.

Dewan Nasional WALHI Mualimin Pardi Dahlan, S.H. menjelaskan, sebuah riset dari University Georgia bahwa di dunia, pertahunnya bisa menghasilkan sampah plastik lebih kurang 275 ton pertahun.

“Indonesia urutan ke-2 penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah China, yang mana China 3,5 juta ton pertahun sedangkan indonesia 1,2 atau 1,3 juta ton pertahun,” ungkapnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang Komisi III Ruspanda Karibullah, S.T. mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, dapat melibatkan mahasiswa ikut serta dalam membantu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Palembang untuk rencana kedepannya. 

“Masyarakat bisa saja mengkritisi dan menelaah Perda tentang sampah ini secara bersama,” katanya.

Anggota Himpuan Teknologi Informasi (HTI) Febriansyah mengungkapkan, diskusi tersebut merupakan diskusi yang sangat penting, karena dapat membangkitkan kesadaran masyarakat terutama mahasiswa yang nantinya akan membantu pemerintahan dalam masalah pengelolaan sampah.

“Dari segi pemerintahan sudah lumayan baik tinggal kesadaran dari masyarakatnya saja,” tutupnya.

Reporter : Mamal Santita
Editor : Tria Millenia