Selamat Datang di Bumi Lancang Kuning

Selamat Datang di Bumi Lancang Kuning

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Universitas Riau (UNRI) saat memberi sambutan di acara pembukaan Kenal Sastrawi III, Rabu (17/7/2019). FitrahFoto : Habib Dr

LPMFITRAH.COM — Judul diatas merupakan sepenggal kata Sambutan dari Ketua Ikatan Alumni (IKA) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Universitas Riau (UNRI) di acara pembukaan Kenal Sastrawi ||| sekaligus Perayaan Milad ke-36 Tahun Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Universitas Riau (UNRI), Rabu (17/7/19).

“Selamat datang kepada para peserta kenal Sastrawi III di Bumi Lancang Kuning, semoga diberikan kelancaraan dan barokahnya,” tutur Fakhrunnas saat memberi sambutan.

Acara tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Pasca Sarjana Universitas Riau (UNRI), Dengan Mengusung Tema “Semoga Tetap Mengembangkan Tradisi Akademis yang Kritis”.

Sebelum acara pembukaan dimulai para hadirin yang datang disuguhkan dengan acara Gala Dinner atau makan malam bersama dan penampilan para penari dengan tarian persembahan.

Rizky Ramadhan selaku Pemimpin Umum LPM Bahana menuturkan, tak hanya merayakan milad ke-36 LPM Bahana juga mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) se-indonesia yang terdiri dari 17 peserta satu diantaranya LPM Fitrah Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).

“17 peserta tersebut berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Semarang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Bandung, dan Palembang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan Kenal Sastrawi ||| 2019 di Pekanbaru adalah kegiatan yang ketiga, sebelumnya pada 2017 berlangsung di Siak dan 2018 di Kampar.

“Dalam satu minggu kedepan peserta akan mendalami dunia seputar jurnalistik dan juga mendekatkan diri sesama persma se-Indonesia,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Brigjen TNi Edy Nata Nasution dalam sambutan menuturkan, keberadaan LPM Bahana merupakan tempat untuk menempah dan mengasah bakat dalam dunia jurnalisme. Kedepannya di usia ke-36 tahun ini tantangan Persma di era Milenial tidaklah mudah karena harus bersaing dan bisa bangkit di era 4.0. LPM harus tetap menjaga kredibelitas dan objektivitasnya diantara berita- berita hoax serta maraknya ujaran kebencian ditengah beredarnya media sosial di masyarkat.

“Semoga LPM mampu menjaga intergritas dalam keorganisasian dimanapun berada serta berkarya secara profesional dan memberikan yang terbaik bagi kampus dan mengembangkan konten-konten terbaiknya,” harapnya.

Reporter: Habib dr
Editor : Tria