Mendikbud: Perkembangan Pendidikan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Mendikbud: Perkembangan Pendidikan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Rektor UMP Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. (kiri), Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP (tengah) dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., dalam Temu Silaturahmi bertempat di Aula Kantor Pusat Administrasi (KPA), Senin (4/3/2019). FitrahFoto: Anjas Dwiki Navendra

LPMFITRAH.COM – Dalam rangka kegiatan Temu Silaturahmi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), hal tersebut merupakan kunjungan ke tiga kalinya dalam kurun waktu 3 tahun.

Kunjungan yang disambut oleh Rektor UMP Dr. Abid Djazuli, S.E.,M.M., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Prof. Dr. Romli SA, .M.Ag, dan Ketua BPH Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si, tersebut bertempat di Aula Kantor Pusat Administrasi (KPA) UMP. Senin (4/3/2019).

Dalam sambutannya, Abid Djazuli mengatakan, suatu kebanggaan bagi UMP atas kedatangan Mendikbud RI kali ini. Kunjungan diharapkan pendidikan di kota Palembang terus berkembang sampai lebih maju lagi.

“Terima kasih kepada Mendikbud RI telah berkunjung ke kampus kami yang pada tahun ini genap berusia 40 tahun. Dan tidak lupa juga atas kehadiran tamu undangan,” tuturnya.

Romli SA, mengatakan, sebuah kesempatan yang besar dapat menyabut dan mendengarkan Mendikbud RI berbagi cerita seputar pendidikan di kampus UMP.

“Terima kasih juga kepada tamu undangan yang telah menyempatkan hadir di tengah kesibukan masing-masing,” ucapnya.

Mendikbud mengatakan, melihat UMP dengan perkembangannya sekarang ini harus ditingkatkan terus untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

“Saya sangat senang melihat perkembangan UMP sekarang ini yang merupakan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang cukup maju di luar pulau Jawa. Semoga momentum ini terus dijaga jangan sampai terhambat,” tuturnya.

Beliau juga menambahakan, setiap siswa yang tidak mampu yang menempuh Pendidikan Negeri maupun Swasta harus mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari jenjang Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.

“Kedepannya, akan diadakan juga KIP kuliah. Usaha ini diharapkan dapat membantu mereka yang memiliki prestasi bagus dan mereka akan dipantau sampai menyelesaikan pendidikannya di Perguruan Tinggi,” tambahnya.

Reporter: Habib Dhia Rabbani
Editor: Sakeena Ihramia