Hari Gizi Nasional 2019, Perbaiki Gizi Tuntaskan Gizi Buruk

Hari Gizi Nasional 2019, Perbaiki Gizi Tuntaskan Gizi Buruk

Foto: ilustrasinet

LPMFITRAH.COM – Di Indonesia, Hari Gizi Nasional diperingati setiap tanggal 25 Januari. Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an, kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Tepat di tahun ini, Hari Gizi Nasional genap berusia 59 tahun. Dikutip dari gakken-idn.id.

Hari Gizi Nasional merupakan salah satu upaya dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk ikut melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), melalui Percepatan Perbaikan atau Pembangunan Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi.

Masalah gizi memiliki dampak yang luas, tidak hanya terhadap kesakitan, kecacatan, dan kematian, tapi juga terhadap pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dengan produktivitas optimal yang perlu mendapat perhatian khusus.

Perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat dan lintas sektor untuk menanggulangi permasalahan gizi di negeri ini. Masalah gizi juga dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti ekonomi, sosial, budaya, pola pengasuhan, pendidikan juga lingkungan. Bukan hanya masalah kesehatan saja.

Sebagai komitmen pemerintah dalam memerangi masalah kekurangan gizi, telah dikeluarkan Peraturan Presiden Tahun 2013 tentang GERMAS yang terfokus pada tiga kegiatan yaitu meningkatkan aktifitas fisik, konsumsi sayur, buah dan deteksi dini penyakit.

Makna dari peringatan hari gizi nasional yang dilakukan setiap tahunnya adalah untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia betapa pentingnya mencukupi kebutuhan gizi untuk menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan kita sebagai manusia.

Pentingnya gizi bahkan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Pasal 141 dan 142 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Yang tertulis mengenai upaya untuk melakukan perbaikan atau peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia.

Jika dulu mengenal istilah “4 Sehat 5 Sempurna”, kini slogan tersebut telah disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS), mengacu pada “Nutrition Guide for Balanced Diet” yang merupakan hasil kesepakatan Konferensi Pangan Sedunia yang dilakukan pada tahun 1992. Beberapa poin yang harus diperhatikan agar kebutuhan gizi bisa terpenuhi antara lain konsumsi makanan yang beragam, biasakan perilaku hidup bersih, olahraga atau lakukan aktivitas fisik dan tetap memantau berat badan agar sesuai Indeks Massa Tubuh (IMT).

Penulis: Tria Millenia
Editor: Sakeena Ihramia