Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Foto : ilustrasi net

LPMFITRAH.COM– Hari Ibu diperingati dengan berbagai alasan. Di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, hari Ibu atau Mother Day’s dirayakan pada bulan maret. Di negara seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Belanda, Malaysia dan Hongkong. Hari ibu diperingati pada hari Minggu kedua bulan Mei. Sedangkan di Indonesia, hari ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Dilansir dari goodminds.id Sejarah hari ibu di Indonesia dimulai dari pergerakan perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 desember 1928, diadakannya Kongres Perempuan pertama kali, dilaksanakan di Yogyakarta.Salah satu keputusannya adalah dibentuknya satu organisasi yang madiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indoenesia (PPPI).

Pada tahun 1929 PPPI berganti nama Perikatan Perkoempoelan Istra Indoenesia (PPII) kemudian Pada tahun 1953 diadakan kongres perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, serta menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai ibu bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Pada tahun 1983 kongres perempuan Indonesia III di Bandung tersebut menyatakan bahwa 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional. Selanjutnya, dikukuhkan oleh pemerintah dengan keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur.

Tahun 1946 badan ini menjadi kongres wanita Indonesia disingkat KOWANI, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi tuntutan zaman. Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember kemudian dijadikan tonggak lahirnya hari ibu oleh bangsa Indonesia.

Hari ibu diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga sebagai perempuan secara menyeluruh baik ibu maupun warga negara.

Penulis : Tria Millenia
Editor : Rika Oktarina